Gue
sudah 1 bulan jadian sama vera, hari demi hari dia semakin sibuk belajar karena
sebentar lagi kita try out dan UN. Sementara gue masih sibuk bermain layangan
dilapangan dekat rumah gue. Ternyata bermain layangan itu bisa membuat kita
galau. Ketika layangan gue beradu dengan layangan orang lain pasti layangan gue
selalu putus. Padahal musuh gue itu anak kelas 2 SD. Setelah layangan gue putus,
hal yang buat gue galau lagi tali layangan gue kusut dan gue harus
menggulungnya selama 30 menit. Ketika gue jalan menuju rumah, gue melihat
layangan putus dan yang mengejarnya anak-anak SD. Gue langsung percaya diri
mengejar layangan itu karena gue merasa paling tinggi, paling gesit dan paling
tampan. Akan tetapi rasa percaya diri itu tidak berangsur lama, ternyata
anak-anak SD itu membawa “satang” (kayu sepanjang 2 meter lebih) dan mereka
dengan mudah mendapatkan layangan putus itu. Dan akhirnya gue kalah lagi dengan
anak SD, lalu gue pulang kerumah dengan berbagai kegalauan.
Sebentar
lagi adzan maghrib berkumandang, seperti biasanya ibu gue selalu teriak kalo
gue lagi mandi, soal nya gue mandinya lama, menurut gue mandi lama itu bisa
buat badan gue menjadi putih. Setelah mandi dan makan, gue baru teringat kalo
besok vera ulang tahun, seperti cowok-cowok yang lain kalo besok pacar nya
ulang tahun pasti si cowok tidak tidur
sampe jam 00:00 biar ngucapin yang pertama, karena rata-rata cewek di Indonesia
senang kalo diucapin pertama sama orang yang spesial. Gue juga melakukan hal
demikian karena gue gak mau ngecewain cinta pertama gue ini. Tapi sejujur nya
gue paling gak bisa menahan kantuk ini akibat beraktivitas di lapangan yang
melelahkan tadi, gue biasanya tidur jam 20.00, tapi gue sudah mempersiapkan
strategi khusus, gue tidur lebih awal dari biasanya, coba bayangkan gue tidur
jam 19:30 perlu usaha yang keras untuk tidur jam seperti itu. Gue sudah meminta
tolong sama teman gue untuk membangunkan gue jam 23:30 dan gue sudah mengaktifkan
alrm di HP gue. Jadi gue sudah siap untuk membuat kejutan buat nanti malam.
Akan tetapi semuanya itu jauh dari harapan karena batre HP gue low dan gue lupa
cargher HP. Jadi waktu temen gue mis call untuk bangunin, HP gue langsung mati,
sementara gue masih ngorok dikasur gue yang keras ini.
Jam
sudah menunjukan pukul 03:00 pagi dan gue baru bangun. Pada saat gue bangun
dari tidur gue yang cantik ini, gue belum sadar kalo gue belum ngucapin “hepi
bersdey sayang” soalnya nyawa gue belum terkumpul. gue langsung keluar kamar,
lalu mengumpukan nyawa di kamar mandi. Setelah selesai mengumpulkan nyawa, gue
melamun sambil berfikir sepertinya ada yang terlupakan, itulah kehebatan gue dulu,
jadi sangat mudah melupakan sesuatu, sehingga gampang untuk move on.
Seperti
ABG lain gue kalo bangun tidur pasti HP pertama kali yang dilihat, HP gue dulu
sangat canggih intel nya sudah core8 jadi ngetik pesan nya hanya menggunakan
satu jari saja, sungguh luar biasa bukan. Pada saat gue liat HP ternyata sangat
luar biasa, layar nya item semua karena habis batre. Setelah gue charger
kemudian gue nyalain, sms dari temen2 gue yang gue mintak bantuan baru masuk,
dan sms nya seperti bangunin hewan “m0nY3t b4n9un” “kEb0 B4n9un”, “kAmBiNg
BaNgUnLaH wAkTuNyA BeRaKsI”, itu ketikan waktu jaman SMP. Habis gue baca sms
yang mengerikan itu gue baru sadar gue lupa ngucapin “h3p1 b3r5d3y 54y4ng”, setelah
itu gue bergegas mengeluarkan segala upaya dan kerja keras untuk membuat
kata-kata indah, kebanyakan cowo kalo
membuat ucapan pasti doanya banyak.
Ternyata tidak percuma, 100 karakterpun telah
akhirnya selesai dibuat. kemudian gue kirim, waktu gue ngirim sms
malah petaka pun tiba, ternyata pulsa gue habis dan hanya orang gila yang jual
pulsa jam 4 pagi. Dan pagi itu merupakan pagi yang paling galau selama ini.
Tidak ada lagi usaha yang bisa gue lakukan dan gue meneruskan bobo cantik gue.
Pukul
menunjukan jam 6:30, pada saat itu gue mandi tidak seperti biasanya, hanya
dalam 1 menit mandi pun selesai. Lalu gue makan masih seperti biasanya 1
piring. Dan gue bergegas jalan menuju SMP gue yang indah dengan rumput jepang nya. Seperti
yang gue perkirakan gue terlambat, dan seperti biasa hukumannya mengambil
sampah dan menyapu dedaunan yang tak kunjung habis.
Setelah
menyelesaikan hukuman, gue
berharap tidak bertemu vera di hari itu karena gue tidak mau dia kecewa, jadi
pada saat bel istirahat gue langsung menghilang sekejap seperti ninja-ninja
kelas kakap. Lalu gue
bertemu dengan sahabat gue dari TK
untuk mempersiapkan kado untuk
cinta pertama gue ini. Sahabat gue ini memiliki ilmu yang sangat hebat dalam
percintaan salah satunya dia selalu nembak cewek duluan. sahabat gue ini bilang biasanya cewe
suka boneka, tapi sejujurnya gue paling tidak suka bobneka karena pada saat
mematikan lampu sebelum tidur gue ketakutan ngeliat boneka dan gue tidak mau
hal tersebut terjadi sama vera, tapi setelah gue pikir-pikir dengan duid yang
pas-pasan jadi gue setuju untuk membeli boneka tersebut dan kita sudah sepakat
membeli bonekanya setelah pulang sekolah.
Waktu beli boneka gue menggunakan
motor orang tua gue, tapi itu tidak semudah membalikan telapak tangan perlu
usaha yang keras, jadi gue nungguin orang tua gue BOCI (bobo ciang) dulu. Namun
bukan orang tua gue yang tidur tapi gue yang ketiduran. Hp gue bunyi ternyata
sahabat gue yang sms, gue
bangun dan orang tua gue sudah BOCI. Gue
langsung menuju ke motor tanpa cuci muka
dan gue langsung dorong motor keluar rumah seperti orang maling motor dan
menyalakan nya di luar rumah supaya tidak kedengeran sama orang tua gue.
Setelah menyalahakan motor gue langsung menuju rumah sahabat gue dan langsung
OTW toko boneka. Ketika sudah sampai di toko, gue tidak turun dari motor tapi
teman gue yang turun, jujur gue tidak bisa memilih boneka karena menurut gue
semua boneka itu menyeramkan, Jadi gue mempercayai sahabat gue untuk
memilihnya.
Boneka
telah di beli dan gue langsung ke rumah saudaranya vera karena dia tinggal
dirumah saudaranya. kita janjiannya di depan rumah makan tapi tidak di dalam
nya melainkan di pinggir jalan. setibanya gue disana gue dedegan dan gue
keringat dingin sampe-sampe gue mau boker tapi demi dia gue menunda pengeluaran
zat sisa ini dengan mengantungi batu, karena kata orang kampung gue kalo mau
nahan boker harus ngantongi batu. Gue mangantungi dua batu karena ini sudah
akut dan perlu extra batu. Akhirnya vera keluar, dengan senyumnya yang khas,
dia sangat cantik waktu itu gue memandangi nya dengan serius, saking seriusnya
gue kentut bekali-kali. Setelah dia tiba didepan gue lalu gue bilang “HEPI
BERSDEY SAYANG SEMOGA APA LULUS UN, MAAF TELAT” sambil memberikan boneka, dia
tersenyum dan dia bilang “AMIN, IYA THANKS, GAK PAPA KOK”. Terus gue bilang
“aku pulang duluya sudah sore”. Dia bilang “iya makasih ya”. Gue buru-buru
pamit karena gue sudah tidak tahan lagi menahan kentut dan boker, ternyata
kekuatan batu itu kalah dengan kecantikan wajah vera. Gue langsung balik
kerumah dengan kecepatan tak hingga karena speddometer motor orang tua gue
rusak.
Setibanya
dirumah gue langsung masuk WC tanpa melepaskan helm, saking kebeltnya. Setelah
boker gue dimarahin sama orang tua gue. Tapi gue bahagia walaupun tidak dikasih
duid jajan, karena hari itu gue bahagia bisa ngelihat orang yang gue cinta
bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar